Kamis, 08 Januari 2009

Maaf.. gak ada maksud ngeguruin, cuman sekedar renungan... mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmahnya.

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya
pernikahannya sungguh
megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir
menyaksikan dan menikmati
hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang
luar biasa mengesankan.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya
dan pengantin pria dalam
tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang
memandang setuju mengatakan
bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada
suaminya, "Sayang, aku
baru membaca sebuah artikel di majalah tentang
bagaimana memperkuat tali
pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah
tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang
kurang kita sukai dari
pasangan kita.

Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah
hal-hal tersebut dan membuat
hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....."

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal
dari pasangannya yang
tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan
tersinggung ketika pasangannya
mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut
untuk kebaikkan mereka
bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah
kamar dan mencatat apa yang
terlintas dalam benak mereka masing-masing.

Besok pagi ketika sarapan, mereka siap
mendiskusikannya. "Aku akan mulai
duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan
daftarnya. Banyak sekali
yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia
mulai membacakan satu
persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia
memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir.....

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh
tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang
terdaftar, lalu kembali
melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan
berkata dengan bahagia
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak
mencatat sesuatupun di
kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna,
dan aku tidak ingin
merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau
cantik dan baik bagiku.

Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... "

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan
dan ungkapan cinta serta
isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa
adanya... Ia menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa
dikecewakan, depressi, dan sakit
hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu
memikirkan hal-hal tersebut.
Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan
pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi
yang buruk, mengecewakan
dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak
hal-hal yang indah di
sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi
orang yang berbahagia jika
kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang
baik dan mencoba melupakan yang buruk.

Diterjemahkan dari tulisan : Trevor Klein

1 komentar:

  1. Suhendra siapa ya?
    Temen SMA ku ya?
    Kok ga ada fotonya..
    Hehe

    BalasHapus